Senin, 01 September 2008
Menengok Tradisi Ramadan di Kampung Arab Bondowoso
KUN WAZIS, BONDOWOSO
MENJELANG sore, Mustafa terlihat santai di bangku toko Air Isi Ulang. Di trotoar kawasan kampung Arab itu tersaji beragam buah kurma yang didatangkan langsung dari Timur Tengah seperti Irak, Madinah, Mesir, dan Tunisia. Meski masih terbilang sedikit, berbagai jenis kurma itu bukanlah dagangan permanen yang bisa dijumpai setiap hari. Meski kawasan itu dikenal sebagai daerah pertokoan dan pusat bisnis mebel, namun kurma muncul langka.
"Kami memang jarang berjualan kurma di sini. Ini terjadi untuk menyambut Ramadan. Dan, setelah Ramadan, ya tidak ada lagi," ujar Mustafa.
MENJELANG sore, Mustafa terlihat santai di bangku toko Air Isi Ulang. Di trotoar kawasan kampung Arab itu tersaji beragam buah kurma yang didatangkan langsung dari Timur Tengah seperti Irak, Madinah, Mesir, dan Tunisia. Meski masih terbilang sedikit, berbagai jenis kurma itu bukanlah dagangan permanen yang bisa dijumpai setiap hari. Meski kawasan itu dikenal sebagai daerah pertokoan dan pusat bisnis mebel, namun kurma muncul langka.
"Kami memang jarang berjualan kurma di sini. Ini terjadi untuk menyambut Ramadan. Dan, setelah Ramadan, ya tidak ada lagi," ujar Mustafa.
Bupati Situbondo Canangkan Gerakan Jilbab
SITUBONDO - Menyambut datangnya bulan Ramadan, Pemkab Situbondo meluncurkan terobosan menarik. Seluruh wanita muslimah di lingkungan pemkab, tenaga pendidik, hingga kalangan siswi diimbau wajib mengenakan jilbab. Secara resmi, gerakan berjilbab itu dicanangkan Bupati Ismunarso, di pendapa kabupaten, kemarin. Pencanangan ditandai dengan penyerahan jilbab kepada seorang karyawati pemkab, tenaga pendidik, dan perwakilan siswi, oleh Ny Hj Ridho Ismunarso.
Selain dihadiri kalangan muspida, gerakan mengenakan jilbab itu juga melibatkan kalangan pelajar putri dari berbagai tingkatan sekolah. Mulai dari sekolah setingkat SD, SMP, hingga kalangan siswi SMA. Acara pencanangan ini juga disuguhi peragaan atau fashion show busana muslimah oleh karyawati pemkab dan siswi SMA. "Kita memanfaatkan momentum puasa ini untuk mengimbau wanita muslimah mengenakan jilbab. Mudah-mudahan, nantinya mereka akan terbiasa dengan jilbab," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Situbondo Syaifullah, kemarin.
Selain dihadiri kalangan muspida, gerakan mengenakan jilbab itu juga melibatkan kalangan pelajar putri dari berbagai tingkatan sekolah. Mulai dari sekolah setingkat SD, SMP, hingga kalangan siswi SMA. Acara pencanangan ini juga disuguhi peragaan atau fashion show busana muslimah oleh karyawati pemkab dan siswi SMA. "Kita memanfaatkan momentum puasa ini untuk mengimbau wanita muslimah mengenakan jilbab. Mudah-mudahan, nantinya mereka akan terbiasa dengan jilbab," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Situbondo Syaifullah, kemarin.
Banyuwangi: M. Supin Arifin, Petinju Kebanggaan Warga Glenmore
Nama Mohammad Supin Arifin, 38, pernah meroket di dunia tinju nasional. Setelah gantung sarung tinju, warga Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi itu kini bekerja sebagai penjaga rumah walet.
Abdul Aziz, Banyuwangi
-----------------------------------------------------
TAHUN 1988 sampai 2003, para penggemar tinju di Indonesia sering mendengar nama Supin. Pada tahun-tahun tersebut, bisa dikatakan masa keemasan bagi bapak dua anak itu dalam berkarir di dunia tinju.
Selama menekuni tinju, suami Heni Sri Palupi, 37, itu tercatat sudah 38 kali naik ring untuk kejuaraan tingkat nasional. Setiap naik ring tingkat nasional, dia selalu pulang dengan prestasi yang gemilang.
Misalnya pada era 1980-an, ketika masih bergabung di sasana Merak Boxing Camp Genteng. Anak kelima dari sembilan bersaudara itu berhasil meraih juara nasional dalam pertarungan tinju di Bandung. Hebatnya, dia hanya butuh pertaruangan enam ronde untuk meraih juara nasional tersebut.
Abdul Aziz, Banyuwangi
-----------------------------------------------------
TAHUN 1988 sampai 2003, para penggemar tinju di Indonesia sering mendengar nama Supin. Pada tahun-tahun tersebut, bisa dikatakan masa keemasan bagi bapak dua anak itu dalam berkarir di dunia tinju.
Selama menekuni tinju, suami Heni Sri Palupi, 37, itu tercatat sudah 38 kali naik ring untuk kejuaraan tingkat nasional. Setiap naik ring tingkat nasional, dia selalu pulang dengan prestasi yang gemilang.
Misalnya pada era 1980-an, ketika masih bergabung di sasana Merak Boxing Camp Genteng. Anak kelima dari sembilan bersaudara itu berhasil meraih juara nasional dalam pertarungan tinju di Bandung. Hebatnya, dia hanya butuh pertaruangan enam ronde untuk meraih juara nasional tersebut.
Banyuwangi: BPP Pemilu Diprediksi 122.500 Suara
Radar BANYUWANGI - Hingga saat ini, jumlah bilangan pembagi pemilih (BPP) setiap daerah pemilihan (Dapil) belum ditetapkan. Hanya, Koordinator Divisi Pendidikan dan Informasi Pemilu KPU Hary Priyanto memiliki estimasi awal untuk memprediksi jumlah BPP setiap dapil pada Pemilu 2009.
Dalam acara workshop 'Pencitraan Diri Caleg di Media Massa' yang digelar Radar Banyuwangi kemarin, Hary membeberkan estimasi jumlah BPP setiap dapil. Menurut dia, jumlah BPP setiap dapil berkisar sekitar 122.500 suara. ''Dengan estimasi, setiap dapil terdiri dari lima kecamatan dengan jumlah pemilih per kecamatan sekitar 50 ribu,'' terangnya.
Dalam acara workshop 'Pencitraan Diri Caleg di Media Massa' yang digelar Radar Banyuwangi kemarin, Hary membeberkan estimasi jumlah BPP setiap dapil. Menurut dia, jumlah BPP setiap dapil berkisar sekitar 122.500 suara. ''Dengan estimasi, setiap dapil terdiri dari lima kecamatan dengan jumlah pemilih per kecamatan sekitar 50 ribu,'' terangnya.
Bupati Ratna Tersangka, PNS Sujud Syukur
Radar BANYUWANGI- Penetapan Bupati Ratna Ani Lestari sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan lapter, disambut suka cita oleh sejumlah PNS. Sekitar delapan orang PNS, kemarin (29/8) langsung menggelar syujud sukur di depan kantor Bupati Ratna.
Sujud syukur yang dipimpinan Suparmin, salah seorang staf kantor Kecamatan Banyuwangi itu berlangsung secara spontanitas saat mendengar penetapan tersangka Bupati Ratna yang di lakukan Jampidsus Marwan Effendy di Jakarta. PNS yang melakukan sujud syukur itu, rata-rata mereka yang selama ini dinonjobkan oleh Bupati Ratna.
Sujud syukur yang dipimpinan Suparmin, salah seorang staf kantor Kecamatan Banyuwangi itu berlangsung secara spontanitas saat mendengar penetapan tersangka Bupati Ratna yang di lakukan Jampidsus Marwan Effendy di Jakarta. PNS yang melakukan sujud syukur itu, rata-rata mereka yang selama ini dinonjobkan oleh Bupati Ratna.
Jumat, 29 Agustus 2008
Dugaan Korupsi Tanah Lapter, Giliran Mantan Kepala BPN Dan Sekda Banyuwangi Ditahan
Banyuwangi - Satu persatu tersangka kasus dugaan korupsi lapangan terbang (Lapter) Banyuwangi ditahan. Setelah kemarin Efendi yang berperan sebagai calo dalam pembebasan tanah untuk lapter ditahan, hari ini giliran dua orang yang di tahan pihak kejaksaan. Mereka adalah Nawolo Prasetyo, mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi dan Sudjiharto, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi.
Nawolo yang kini masih aktif sebagai kepala BPN Sangata, Kalimantan timur di resmi di tahan pihak kejaksaan, Jumat Pagi (29/8/2008). Setelah itu giliran Sudjiharto yang ditahan. Dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri, Nawolo dan Sudjiharto kemudian di bawa menuju Lembaga Pemasyarakatan Banyuwangi di Jalan Letkol Istiklah.
Nawolo yang kini masih aktif sebagai kepala BPN Sangata, Kalimantan timur di resmi di tahan pihak kejaksaan, Jumat Pagi (29/8/2008). Setelah itu giliran Sudjiharto yang ditahan. Dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri, Nawolo dan Sudjiharto kemudian di bawa menuju Lembaga Pemasyarakatan Banyuwangi di Jalan Letkol Istiklah.
Sentra Industri Terbatas Perusahaan Perhiasan Skala Besar Stagnant
suarasurabaya.net| Pertumbuhan perusahaan perhiasan skala besar sampai saat ini stagnant. Ini disebabkan perusahaan masih membutuhkan keahlian baik dari sisi desain maupun sentra industri yang terbatas di Jawa Timur maupun di Martapura.
FAUZI AZIZ Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) pada wartawan di sela pembukaan “Surabaya Internasional Jewellery Fair (SIJF) 2008”, Jumat (22/08), mengatakan sedangkan perusahaan perhiasan skala IKM (Industri Kecil Menengah) jumlahnya mencapai 60% dari 36 ribu perusahaan perhiasaan.
“Untuk industri perhiasan, masih menjadi prioritas dari Depperin. Bahan bakunya melimpah di tanah air. Apalagi nilai ekspor dari industri ini sebesar US$ 115,9 juta pada 2007 lalu. Sedangkan nilai produksi mencapai 1,77 juta ton,”ujarnya.
FAUZI AZIZ Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) pada wartawan di sela pembukaan “Surabaya Internasional Jewellery Fair (SIJF) 2008”, Jumat (22/08), mengatakan sedangkan perusahaan perhiasan skala IKM (Industri Kecil Menengah) jumlahnya mencapai 60% dari 36 ribu perusahaan perhiasaan.
“Untuk industri perhiasan, masih menjadi prioritas dari Depperin. Bahan bakunya melimpah di tanah air. Apalagi nilai ekspor dari industri ini sebesar US$ 115,9 juta pada 2007 lalu. Sedangkan nilai produksi mencapai 1,77 juta ton,”ujarnya.
Di Pantai Watudodol Banyuwang, Gelombang Tinggi Rusak Beberapa Bangunan
suarasurabaya.net| Sekitar pukul 09.00 - 11.00 WIB Senin (18/08) siang, gelombang besar menghantam daratan di sekitar pantai Watudodol Banyuwangi, gelombang dengan ketinggian rata-rata mencapai 2-3 meter tersebut merusak beberapa bangunan yang berada di sekitar lokasi wisata Watudodol.
RIRI (30 tahun) seorang warga Pantai Watudodol, seperti dilaporkan RENDY KUSUMA reporter Radio Mandala FM Banyuwangi dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Senin (18/08) mengatakan, kejadian tersebut memang bisa disebut sebagai kejadian tahunan, namun gelombang besar saat ini beda dari tahun-tahun sebelumnya.
RIRI (30 tahun) seorang warga Pantai Watudodol, seperti dilaporkan RENDY KUSUMA reporter Radio Mandala FM Banyuwangi dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Senin (18/08) mengatakan, kejadian tersebut memang bisa disebut sebagai kejadian tahunan, namun gelombang besar saat ini beda dari tahun-tahun sebelumnya.
Lapindo Rugikan Transportasi Jawa Timur
suarasurabaya.net| Transportasi menjadi satu diantara sektor yang paling terpuruk akibat bencana lumpur Lapindo. Tiga trayek utama, bis dengan puluhan perusahaan trayek Surabaya-Malang, Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Bali, omsetnya turun 60%.
Angkutan barang juga demikian, dari 750 truk pengangkut barang, 400 diantaranya sudah tidak beroperasi lagi. Akibatnya, distribusi bahan jadi dan bahan baku yang melayani wilayah selatan dan timur dari Jawa Timur tersendat.
Angkutan barang juga demikian, dari 750 truk pengangkut barang, 400 diantaranya sudah tidak beroperasi lagi. Akibatnya, distribusi bahan jadi dan bahan baku yang melayani wilayah selatan dan timur dari Jawa Timur tersendat.
Lima Tahun Undang-Undang Sisdiknas, Urusi Penerbit, Abaikan Desentralisasi
UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) telah berusia lima tahun. Bagaimanakah potret perjalanan UU yang proses pembahasannya cukup alot dan kontroversial tersebut? Berikut ulasan peneliti The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) Nur Hidayat.
---
Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai penjuru nusantara, tidak banyak kalangan yang mengingatkan publik bahwa UU Sisdiknas telah berusia lima tahun. Padahal, lebih dari lima tahun lalu, proses pembahasan (rancangan) UU itu sempat diwarnai perdebatan cukup sengit dan menguras emosi massa.
Di tengah polemik dan kontroversi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) -minus Fraksi PDIP- akhirnya menyetujui (rancangan) UU ini pada 11 Juni 2003. Tidak sampai sebulan kemudian, Presiden Megawati pun menandatanganinya pada 8 Juli 2003.
---
Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai penjuru nusantara, tidak banyak kalangan yang mengingatkan publik bahwa UU Sisdiknas telah berusia lima tahun. Padahal, lebih dari lima tahun lalu, proses pembahasan (rancangan) UU itu sempat diwarnai perdebatan cukup sengit dan menguras emosi massa.
Di tengah polemik dan kontroversi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) -minus Fraksi PDIP- akhirnya menyetujui (rancangan) UU ini pada 11 Juni 2003. Tidak sampai sebulan kemudian, Presiden Megawati pun menandatanganinya pada 8 Juli 2003.
Singa Tua Berebut Pengaruh di Dapil II
BANYUWANGI - Lima anggota DPRD Banyuwangi dipastikan kembali nyaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) II. Perebutan suara di wilayah yang meliputi Kecamatan Kabat, Rogojampi, Singojuruh dan Songgon itu dipastikan seru. Lantaran, para calon legislatif (caleg) itu merupakan para singa tua yang dalam empat tahun di DPRD Banyuwangi.
Para singa tua Dapil II itu salah satunya Choiri Zen. Pria asal Rogojampi itu kini tercatat sebagai anggota FKB DPRD Banyuwangi. Namun untuk pemilu 2009 mendatang, Choiri akan maju dengan membawa bendera PKNU. Pada pemilu sebelumnya, dia bersama Nasyiroh dan Abdul Malik Syafaat menjadi wakil PKB. ''Tapi untuk pemilu sekarang, Pak Choiri positif lewat partai kami,'' terang Wakil Sekretaris PKNU Banyuwangi Muhammad Sauqi.
Para singa tua Dapil II itu salah satunya Choiri Zen. Pria asal Rogojampi itu kini tercatat sebagai anggota FKB DPRD Banyuwangi. Namun untuk pemilu 2009 mendatang, Choiri akan maju dengan membawa bendera PKNU. Pada pemilu sebelumnya, dia bersama Nasyiroh dan Abdul Malik Syafaat menjadi wakil PKB. ''Tapi untuk pemilu sekarang, Pak Choiri positif lewat partai kami,'' terang Wakil Sekretaris PKNU Banyuwangi Muhammad Sauqi.
Sentralistis, Mandulkan Inovasi Daerah
Dari catatan hasil monitoring JPIP selama hampir sewindu implementasi otonomi daerah, sangat sulit menemukan inovasi kebijakan pendidikan yang murni lahir atas inisiatif daerah. Hampir semua daerah tidak memiliki gagasan genuine dalam mengatasi keterbatasan ataupun memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Kondisi itu berbeda dengan hasil monitoring pada bidang pelayanan publik lain, seperti pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi (perizinan maupun non-perizinan). Pada kedua bidang itu, meski ketergantungan pada "petunjuk dari Jakarta" masih tinggi, kondisinya relatif lebih baik. Lalu, di mana letak akar persoalannya?
Kondisi itu berbeda dengan hasil monitoring pada bidang pelayanan publik lain, seperti pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi (perizinan maupun non-perizinan). Pada kedua bidang itu, meski ketergantungan pada "petunjuk dari Jakarta" masih tinggi, kondisinya relatif lebih baik. Lalu, di mana letak akar persoalannya?
Kalah dari Isu Kemiskinan
Pengangguran usia muda masih luput dari perhatian pengambil kebijakan di daerah. Mengapa itu bisa terjadi? Bagaimana solusinya? Berikut wawancara dengan dosen FISIP Unair Drs Bagong Suyanto MSi .
---
Mengapa pengangguran usia muda belum juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah?
Pertama, dari segi isu, pengangguran usia muda masih kalah bersaing dengan isu-isu yang lain, seperti kemiskinan dan pengangguran secara umum. Sehingga fokus penanganan pengangguran usia muda itu tidak terumuskan dengan baik. Akibatnya, isu tersebut belum menjadi isu politik para perumus kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Selain itu?
Yang kedua, pada tingkat pelaksanaan program, tidak pernah ada pengetahuan yang cukup tentang besaran permasalahannya. Misalnya, berapa jumlah penganggur usia muda, ada di kantong-kantong mana saja mereka, dsb. Data-data tentang itu belum pernah ada sehingga programnya pun menjadi program yang sangat makro dan tidak pernah fokus pada pengangguran usia muda.
---
Mengapa pengangguran usia muda belum juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah?
Pertama, dari segi isu, pengangguran usia muda masih kalah bersaing dengan isu-isu yang lain, seperti kemiskinan dan pengangguran secara umum. Sehingga fokus penanganan pengangguran usia muda itu tidak terumuskan dengan baik. Akibatnya, isu tersebut belum menjadi isu politik para perumus kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Selain itu?
Yang kedua, pada tingkat pelaksanaan program, tidak pernah ada pengetahuan yang cukup tentang besaran permasalahannya. Misalnya, berapa jumlah penganggur usia muda, ada di kantong-kantong mana saja mereka, dsb. Data-data tentang itu belum pernah ada sehingga programnya pun menjadi program yang sangat makro dan tidak pernah fokus pada pengangguran usia muda.
Mencari Solusi di Jatim
Apa solusi pemerintah provinsi menyikapi masalah pengangguran usia muda ini? Pemerintah Provinsi Jatim telah melakukan beberapa langkah untuk solusi pengangguran usia muda. Menurut Budhi Setiawan, kepala bidang perekonomian Bappeprov Jawa Timur, untuk masalah perburuhan yang sering tersandung masalah regulasi, saat ini dilakukan perbaikan regulasi.
''Masalah regulasi untuk TKI ini harus segera ditemukan solusi, mengingat Jatim merupakan penyumbang TKI terbesar di Indonesia,'' kata Budhi. Data Bappeprov Jatim menunjukkan bahwa pada 2007 jumlah TKI 700 ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar 60 ribu dari Jawa Timur. Karena itu, Jatim menyumbang devisa Rp 2,7 triliun.
Penyerapan tenaga kerja juga dilakukan dengan menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk untuk para eks TKI. Selain itu, di Jatim telah berkembang upaya menumbuhkan wirausahawan baru. Namun, Budhi tidak merinci bagaimana cara menumbuhkan wirausahawan baru tersebut.
''Masalah regulasi untuk TKI ini harus segera ditemukan solusi, mengingat Jatim merupakan penyumbang TKI terbesar di Indonesia,'' kata Budhi. Data Bappeprov Jatim menunjukkan bahwa pada 2007 jumlah TKI 700 ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar 60 ribu dari Jawa Timur. Karena itu, Jatim menyumbang devisa Rp 2,7 triliun.
Penyerapan tenaga kerja juga dilakukan dengan menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk untuk para eks TKI. Selain itu, di Jatim telah berkembang upaya menumbuhkan wirausahawan baru. Namun, Budhi tidak merinci bagaimana cara menumbuhkan wirausahawan baru tersebut.
Hubungan Pusat-Daerah dalam Sidang Paripurna DPD 2008
Jumat lalu (22/8), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyelenggarakan sidang paripurna. Redhi Setiadi dari The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) mencatat beberapa hal penting tentang pelaksanaan otonomi daerah.
---
Ada suasana lain di sidang paripurna khusus DPD pekan lalu. Suasana yang awalnya terkesan tegang dan monoton tiba-tiba pecah oleh gelak tawa dan tepuk tangan peserta sidang. Itu tak lain karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba menghentikan pidatonya untuk menyeka keringat yang membasahi wajahnya.
Sebagaimana diberitakan dalam situs resminya, Presiden SBY melontarkan dua kemungkinan mengapa dia berkeringat. "Mohon maaf, kalau berkeringat seperti ini pasti ada dua kemungkinan," katanya. "Pertama, mungkin karena penghematan energi. Maka, AC dikurangi. Sama seperti di istana, panas," ujar SBY disambut gelak tawa anggota dewan.
---
Ada suasana lain di sidang paripurna khusus DPD pekan lalu. Suasana yang awalnya terkesan tegang dan monoton tiba-tiba pecah oleh gelak tawa dan tepuk tangan peserta sidang. Itu tak lain karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba menghentikan pidatonya untuk menyeka keringat yang membasahi wajahnya.
Sebagaimana diberitakan dalam situs resminya, Presiden SBY melontarkan dua kemungkinan mengapa dia berkeringat. "Mohon maaf, kalau berkeringat seperti ini pasti ada dua kemungkinan," katanya. "Pertama, mungkin karena penghematan energi. Maka, AC dikurangi. Sama seperti di istana, panas," ujar SBY disambut gelak tawa anggota dewan.
Elpiji Mahal, Permintaan Mitan Meningkat
SITUBONDO - Terus melonjaknya harga elpiji, membuat warga Situbondo harus menghemat uang belanja. Sebagian dari mereka ada yang memilih kembali menggunakan minyak tanah (mitan). Tak pelak, beberapa hari terakhir ini permintaan terhadap mitan meningkat tajam.
PKNU: Konvoi, Lalu Daftar Worshop
RADAR BANYUWANGI- Puluhan kader Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) menggelar konvoi keliling kota. Konvoi itu dilakukan untuk menyambut dan mengingatkan umat Islam akan datangnya bulan Ramadan.
Setelah konvoi, massa yang dipimpin Ketua Dewan Tanfidz dan Wakil Ketua Dewan Syura DPC PKNU Banyuwangi Fahrurrozi dan HA Wahyudi mampir ke kantor harian pagi Radar Banyuwangi. "Kita datang ke sini untuk mengajak keluarga besar Radar Banyuwangi bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadan," ujar Wahyudi.
Setelah konvoi, massa yang dipimpin Ketua Dewan Tanfidz dan Wakil Ketua Dewan Syura DPC PKNU Banyuwangi Fahrurrozi dan HA Wahyudi mampir ke kantor harian pagi Radar Banyuwangi. "Kita datang ke sini untuk mengajak keluarga besar Radar Banyuwangi bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadan," ujar Wahyudi.
Satu Tersangka Lapter Ditahan, Belum Pernah Diperiksa Penyidik
BANYUWANGI- Tim penyidik kasus lapter Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, mulai menunjukkan taringnya. Kemarin (28/8), tim yang dipimpin Kasubdit Upaya Hukum dan Eksaminasi Tipikor Kejagung RI Muhammad Anwar itu menahan salah seorang tersangka H Effendi.
Dalam kasus lapter itu, Effendi berperan sebagai pengusaha yang menyediakan dana untuk pembebasan lahan milik warga. Keterangan yang diberikan sejumlah saksi kepada penyidik, semunya menyebut Effendi yang memiliki peran dalam pembebasan lahan. "Keterangan saksi, lahan milik petani sebagian besar di beli H Effendi," ungkap Muhammad Anwar.
Dalam kasus lapter itu, Effendi berperan sebagai pengusaha yang menyediakan dana untuk pembebasan lahan milik warga. Keterangan yang diberikan sejumlah saksi kepada penyidik, semunya menyebut Effendi yang memiliki peran dalam pembebasan lahan. "Keterangan saksi, lahan milik petani sebagian besar di beli H Effendi," ungkap Muhammad Anwar.
Kamis, 28 Agustus 2008
Persaingan Sengit di Dapil I
BANYUWANGI - Daerah pemilihan (Dapil) I Banyuwangi menjadi incaran partai mapan. Salah satunya Partai Golkar (PG). Di dapil yang meliputi Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Banyuwangi, Glagah, dan Licin itu, PG dipastikan memasang Pebdi Arisdiawan di nomor urut satu.
Anggota DPRD itu bertengger di urutan nomor satu lantaran seniornya M. Eko Sukartono tidak akan lagi maju menjadi caleg. Eko dikabarkan akan mencalonkan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Pada pemilu sebelumnya, dari sepuluh kursi yang tersedia di dapil I, PG meloloskan Pebdi dan Eko sebagai wakil rakyat. Sedangkan, empat kursi lainnya direbut PKB, dua kursi milik PDIP, satu kursi milik Partai Demokrat (PD), dan satu kursi diraih PPP.
Anggota DPRD itu bertengger di urutan nomor satu lantaran seniornya M. Eko Sukartono tidak akan lagi maju menjadi caleg. Eko dikabarkan akan mencalonkan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Pada pemilu sebelumnya, dari sepuluh kursi yang tersedia di dapil I, PG meloloskan Pebdi dan Eko sebagai wakil rakyat. Sedangkan, empat kursi lainnya direbut PKB, dua kursi milik PDIP, satu kursi milik Partai Demokrat (PD), dan satu kursi diraih PPP.
Rabu, 27 Agustus 2008
Langganan:
Komentar (Atom)



