Dari catatan hasil monitoring JPIP selama hampir sewindu implementasi otonomi daerah, sangat sulit menemukan inovasi kebijakan pendidikan yang murni lahir atas inisiatif daerah. Hampir semua daerah tidak memiliki gagasan genuine dalam mengatasi keterbatasan ataupun memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Kondisi itu berbeda dengan hasil monitoring pada bidang pelayanan publik lain, seperti pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi (perizinan maupun non-perizinan). Pada kedua bidang itu, meski ketergantungan pada "petunjuk dari Jakarta" masih tinggi, kondisinya relatif lebih baik. Lalu, di mana letak akar persoalannya?
Jumat, 29 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar